Showing posts with label IPA. Show all posts
Showing posts with label IPA. Show all posts

Monday, April 1, 2013

Mekanisme Hujan Asam



Ryan Herdiansyah: Mekanisme hujan asam


Hallo selamat datang di blog yang sederhana ini.
Langsung aja ke intinya pada kesempatan ini saya akan memberikan rangkuman materi mengenai mekanisme hujan asam. Untuk itu bagi yang sudah tidak sabar ingin mempelajarinya marilah simak materinya di bawah ini

MEKANISME HUJAN ASAM

A. PENYEBAB TERJADINYA HUJAN ASAM
Ada beberapa pendapat yang mengemukakan tentang penyebab terjadinya hujan asam, dalam hal ini saya mengutip dua pendapat yang di ambil dari internet.
Pendapat pertama :
Pada dasarnya Hujan asam disebabkan oleh 2 polutan udara, Sulfur Dioxide (SO2) dan nitrogen oxides (NOx) yang keduanya dihasilkan melalui pembakaran. Akan tetapi sekitar 50% SO2 yang ada di atmosfer diseluruh dunia terjadi secara alami, misalnya dari letusan gunung berapi maupun kebakaran hutan secara alami. Sedangkan 50% lainnya berasal dari kegiatan manusia, misalnya akibat pembakaran BBF, peleburan logam dan pembangkit listrik. Minyak bumi mengadung belerang antara 0,1% sampai 3% dan batubara 0,4% sampai 5%. Waktu BBF di bakar, belerang tersebut beroksidasi menjadi belerang dioksida (SO2) dan lepas di udara. Oksida belerang itu selanjutnya berubah menjadi asam sulfat (Soemarwoto O, 1992).
Pendapat kedua :
A. Hujan asam disebabkan oleh terbentuknya asam di udara akibat bertemunya uap air dengan gas gas pembentuk asam. Biasanya terjadi karena pencemaran udara di sekitar pabrik. Gas yang sering menjadi penyebab hujan asam antara lain:
1. CO2 / karbon dioksida dan CO / karbon monoksida, yang berasal dari hasil pembakaran, polusi kendaraan bermotor, dll., yang ketika bertemu dengan uap air / H2O akan membentuk H2CO3 / asam karbonat yang termasuk asam lemah.
2. H2S / hidrogen sulfida, SO2 / sulfur dioksida, yang berasal dari pembakaran / pemanasan belerang. Umumnya ditemukan di daerah industri berat, yang ketika bertemu dengan uap air / H2O akan membentuk H2SO4 / asam sulfat yang termasuk asam kuat.
B. Derajat keasaman hujan asam tergantung kepekatan asamdalam udara, yang secara tidak langsung, sama artinya dengan derajat pencemaran udara di udara. Pada keadaan normal, hujan sebenarnya sudah bersifat asam karena keberadaan CO2 di udara. Tapi pHnya tidak jauh di bawah 7. Tapi pada daerah dengan pencemaran udara berat, keasamannya jauh lebih rendah lagi.
C. Ada hubungan langsung antara hujan asam dengan korosi. Korosi, adalah pelapukan logam oleh zat zat oksidator. Asam, merupakan zat yang dapat dengan mudah mengoksidasi logam. Jadi ketika terjadi hujan asam, dapat dipastikan terjadi korosi pada logam yang terkena air hujan tersebut.
B. PROSES TERJADINYA HUJAN ASAM
Hujan asam didefinisikan sebagai segala macam hujan dengan pH di bawah 5,6. Hujan secara alami bersifat asam (pH sedikit di bawah 6) karena karbondioksida (CO2) di udara yang larut dengan air hujan memiliki bentuk sebagai asam lemah. Jenis asam dalam hujan ini sangat bermanfaat karena membantu melarutkan mineral dalam tanah yang dibutuhkan oleh tumbuhan dan binatang. Hujan asam disebabkan oleh belerang (sulfur) yang merupakan pengotor dalam bahan bakar fosil serta nitrogen di udara yang bereaksi dengan oksigen membentuk sulfur dioksida dan nitrogen oksida. Zat-zat ini berdifusi ke atmosfer dan bereaksi dengan air untuk membentuk asam sulfat dan asam nitrat yang mudah larut sehingga jatuh bersama air hujan. Air hujan yang asam tersebut akan meningkatkan kadar keasaman tanah dan air permukaan yang terbukti berbahaya bagi kehidupan ikan dan tanaman. Istilah Hujan asam pertama kali diperkenalkan oleh Angus Smith ketika ia menulis tentang polusi industri di Inggris). Tetapi istilah hujan asam tidaklah tepat, yang benar adalah deposisi asam Deposisi asam disebabkan oleh belerang (sulfur) yang merupakan pengotor dalam bahan bakar fosil serta nitrogen di udara yang bereaksi dengan oksigen membentuk surful dioksida dan nitrogen oksida. Zat-zat ini berdifusi ke atmosfer dan bereaksi dengan air untuk membentuk asam sulfat dan asam nitrat yang mudah larut sehingga jatuh bersama air hujan. Air hujan yang asam tersebut akan meningkatkan kadar keasaman tanah dan air permukaan yang terbukti berbahaya bagi kehidupan ikan dan tanaman. Usaha untuk mengatasi hal ini saat ini sedang gencar dilaksanakan.
Deposisi asam ada dua jenis, yaitu deposisi kering dan deposisi basah. Deposisi kering ialah peristiwa terkenanya benda dan mahluk hidup oleh asam yang ada dalam udara. Ini dapat terjadi pada daerah perkotaan karena pencemaran udara akibat kendaraan maupun asap pabrik. Selain itu deposisi kering juga dapat terjadi di daerah perbukitan yang terkena angin yang membawa udara yang mengandung asam. Biasanya deposisi jenis ini terjadi dekat dari sumber pencemaran. Deposisi basah ialah turunnya asam dalam bentuk hujan. Hal ini terjadi apabila asap di dalam udara larut di dalam butir-butir air di awan. Jika turun hujan dari awan tadi, maka air hujan yang turun bersifat asam. Deposisi asam dapat pula terjadi karena hujan turun melalui udara yang mengandung asam sehingga asam itu terlarut ke dalam air hujan dan turun ke bumi. Asam itu tercuci atau wash out. Deposisi jenis ini dapat terjadi sangat jauh dari sumber pencemaran.
Hujan secara alami bersifat asam karena Karbon Dioksida (CO2) di udara yang larut dengan air hujan memiliki bentuk sebagai asam lemah. Jenis asam dalam hujan ini sangat bermanfaat karena membantu melarutkan mineral dalam tanah yang dibutuhkan oleh tumbuhan dan binatang.
Pada dasarnya Hujan asam disebabkan oleh 2 polutan udara, Sulfur Dioxide (SO2) dan nitrogen oxides (NOx) yang keduanya dihasilkan melalui pembakaran. Akan tetapi sekitar 50% SO2 yang ada di atmosfer diseluruh dunia terjadi secara alami, misalnya dari letusan gunung berapi maupun kebakaran hutan secara alami. Sedangkan 50% lainnya berasal dari kegiatan manusia, misalnya akibat pembakaran bahan bakar fosil (BBF), peleburan logam dan pembangkit listrik. Minyak bumi mengadung belerang antara 0,1% sampai 3% dan batubara 0,4% sampai 5%. Waktu BBF di bakar, belerang tersebut beroksidasi menjadi belerang dioksida (SO2) dan lepas di udara. Oksida belerang itu selanjutnya berubah menjadi asam sulfat (Soemarwoto O, 1992).
Menurut Soemarwoto O (1992), 50% nitrogen oxides terdapat di atmosfer secara alami, dan 50% lagi juga terbentuk akibat kegiatan manusia, terutama akibat pembakaran BBF. Pembakaran BBF mengoksidasi 5-50% nitrogen dalam batubara ,40-50% nitrogen dalam minyak berat dan 100% nitrogen dalam mkinyak ringan dan gas.Makin tinggi suhu pembakaran, makin banyak Nox yang terbentuk. Selain itu NOx juga berasal dari aktifitas jasad renik yang menggunakan senyawa organik yang mengandung N. Oksida N merupakan hasil samping aktifitas jasad renik itu. Di dalam tanah pupuk N yang tidak terserap tumbuhan juga mengalami kimi-fisik dan biologik sehingga menghasilkan N. Karena itu semakin banyak menggunakan pupuk N, makin tinggi pula produksi oksida tersebut. Senyawa SO2 dan NOx ini akan terkumpul di udara dan akan melakukan perjalanan ribuan kilometer di atsmosfer, disaat mereka bercampur dengan uap air akan membentuk zat asam sulphuric dan nitric. Disaat terjadinya curah hujan, kabut yang membawa partikel ini terjadilah hujam asam. Hujan asam juga dapat terbentuk melalui proses kimia dimana gas sulphur dioxide atau sulphur dan nitrogen mengendap pada logam serta mengering bersama debu atau partikel lainnya.
C. GAMBARAN PROSES TERJADINYA HUJAN ASAM
Atmosfir dapat mengangkut berbagai zat pencemar ratusan kilometer jauhnya, sebelum menjatuhkannya ke permukaan bumi dalam perjalanan jauh itu atmosfir bertidak sebagai reaktor kimia yang kompleks merubah zat pencemar setelah berinteraksi dengan substansi lain, uap air dan energi matahari. Pada kondisi tertentu sulfur oksida (SOx) dan nitrogen oksida (NOx) hasil pembakaran bahan bakar fosil akan bereksi dengan molekul-molekul uap air di atmosfir menjadi asam sulfat (H2SO4) dan asam nitrat (HNO3) yang selanjutnya turun ke permukaan bumi bersama air hujan yang dikenal hujan asam.
Hujan asam telah menimbulkan masalah besar di daratan Eropa, Amerika Serikat dan di Negara Asia termasuk Indonesia. Dampak negatif dari hujan asam selain rusaknya bangunan dan berkaratnya benda-benda yang terbuat dari logam, juga terjadinya kerusakan lingkungan terutama mengasakan (acidification) danau dan sungai. Ribuan danau airnya telah bersifat asam sehingga tidak ada lagi kehidupan akuatik, dikenal dengan “danau mati”.
Pada tahun 1970-an, para ilmuwan dari AS dan Kanada menemukan bahwa hujan dan salju asam jatuh di seluruh wilayah AS bagian timur, di Kanada bagian tenggara, dan di beberapa wilayah sekitar kota-kota di bagian barat. Pada tahun 1980-an, hujan asam menyebar ke wilayah bagian selatan dan barat hingga menyebrangi AS. Para ilmuwan telah berhasil mempelajari penyebab terjadinya hujan asam tersebut. Sumber S02 yang paling utama adalah di Mississipi bagian hulu dan lembah Ohio, keduanya merupakan tempat yang banyak terdapat pembangkit listrik tenaga uap berbahan bakar batubara. Senyawa SO2 yang dilepaskan ke udara berubah menjadi asam sulfat dalam waktu 2-3 hari, dan hujan asam yang diakibatkannya dapat Il)encapai wilayah sejauh 800-1.600 km.
D. KOMPONEN SISTEM UMPAN BALIK
Komponen sistem umpan balik antara lain adalah:
1. Setpoint, yaitu nilai fisiologis normal dari masing-masing variabel tubuh (suhu normal, konsentrasi cairan, keasaman dan kebasahan).
2. Sensor(penerima), yang mendeteksi suatu suatu penyimpangan dari setiap variabel normal.
3. Pusat pengendali, yaitu menerima informasi dari berbagai sensor, mengintegrasi dan memproses informasi tersebut, kemudian menentukan respon balasan untuk kembali ke Setpoint.
4. Efektor, yang menjalankan respon, yang terus berlangsung sampai Setpoint tercapai kembali.


Mungkin hanya sedikit yang dapat saya share mengenai Hujan Asam semoga bermanfaat bagi para pembaca semuanya.
Share:

Friday, March 29, 2013

Kumpulan Rumus Fisika



Ryan Herdiansyah: Kumpulan rumus fisika


Selamat datang di Blog yang sederhana ini.
Pada postingan ini saya berbagi mengenai rumus-rumus dari pelajaran ipa fisika yang tentu ada sebagian atau mungkin semuanya yang sudah kalian pelajari.
Jika ingin membacanya silahkan baca postingannya di bawah.

KUMPULAN RUMUS FISIKA
USAHA
Rumus : W=F/S
Symbol : W
Penemu : P Joule
Satuan : Joule
USAHA GAYA SEARAH
Rumus : W=(f1+f2).S
Symbol : W
Penemu : P Joule
Satuan : Joule
MUATAN LISTRIK
Rumus : Q=I.t
Symbol : Q
Penemu : Cad. Coloumb
Satuan : Coloumb
HAMBATAN LISTRIK
Rumus :
  • Hambatan Jenis : R=P.L/A
  • Hambatan Seri : Rs=R1 + R2
  • Hambatan Paralel : 1/Rp=1/R1 + 1/R2

Symbol : R
Penemu : G Simon Ohm
Satuan : Ohm
POTENSIAL LISTRIK
Rumus : V=R.I
Symbol : V
Penemu : A Voltage
Satuan : Volt
KUAT ARUS LISTRIK
Rumus : I=V/R
Symbol : A
Penemu : G Simon Ohm
Satuan : Ampere
MASSA JENIS
Rumus : p=M/V
Symbol : p(RHD)
Penemu : -------
Satuan : Kg.m3
KECEPATAN
Rumus : V=S/T
Symbol : V
Penemu : -------
Satuan : M.S-1
PERCEPATAN
Rumus : a=Vt-Vo/t
Symbol : a
Penemu : -------
Satuan : m.s-2
GAYA
Rumus : f=m.a
Symbol : F
Penemu : I. Newton
Satuan : Newton
TEKANAN ZAT PADAT
Rumus : P=F/A
Symbol : P
Penemu : A Pascal
Satuan : Pascal
TEKANAN HIDROSTATIS
Rumus : ph=p.g.h
Symbol : ph
Penemu : A Pascal
Satuan : ph
TEKANAN FLUIDA PASCAL
Rumus : F1/A1=F2/A2
Symbol : P
Penemu : A Pascal
Satuan : Pascal
GAYA KEATAS
Rumus : Fa=p.v.g
Symbol : Fa
Penemu : Archimedes
Satuan : Fa
TEKANAN RUANG TERTUTUP
Rumus : p= c/v
Symbol : P
Penemu : Robert Boyle
Satuan : Pa
TEKANAN UDARA
Rumus : px=76cmgh-x3/100
Symbol : Px
Penemu : A Pascal
Satuan : Pa
ENERGI POTENSIAL
Rumus : Ep=m.g.h
Symbol : Ep
Penemu : P Joule
Satuan : Joule
ENERGI KINETIK
Rumus : Ek=1/2.m.v2
Symbol : Ek
Penemu : P Joule
Satuan : Joule
ENERGI MEKANIK
Rumus : Em=Ep+Ek
Symbol : Em
Penemu : P Joule
Satuan : Joule
DAYA
Rumus : P=W/T
Symbol : P
Penemu : James Watt
Satuan : Watt


Sekian dulu postingan dari saya ini semoga bermanfaat dan terima kasih telah mampir di blog yang sederhana ini.
Sampai jumpa di postingan berikutnya.
Share:

Saturday, March 23, 2013

Sistem pencernaan pada manusia



Ryan Herdiansyah: Sistem pencernaan manusia


Selamat datang di blog yang sederhana ini.
Pada postingan kali ini saya akan berbagi mengenai materi tentang sistem pencernaan pada manusia. Bagi yang sedang mencari materinya marilah kita simak artikelnya di bawah ini.

SISTEM PENCERNAAN MANUSIA
a.Saluran pencernaan pada manusia meliputi mulut,kerongkongan,lambung,usus halus,usus besar,rektum,dan anus.
b.Kelenjar pencernaan pada manusia meliputi kelenjar air liur,kelenjar getah lambung,hati,dan pankreas.
Saluran pencernaan terdiri dari:
1.Di mulut terdapat:
  • Gigi seri/Insisivus untuk memotong makanan,
  • Gigi taring/Caninus untuk merobek makanan,
  • Gigi geraham depan/Premolar untuk mengunyah makanan,
  • Gigi geraham belakang/Molar untuk mengunyah makanan.
Rumus gigi susu:
P2 C1 I2 | I2 C1 P2
P2 C1 I2 | I2 C1 P2
Rumus gigi permanen:
M3 P2 C1 I2 | I2 C1 P2 M3
M3 P2 C1 I2 | I2 C1 P2 M3
Dalam mulut terjadi pencernaan:
  • Mekanis adalah pencernaan yang menghaluskan dari ukuran besar hingga kecil tanpa bantuan enzim.
  • Kimiawi adalah pencernaan yang di bantu oleh enzim ptialin (Mengubah zat tepung/amilum menjadi zat gula/glukosa).
2.Pada kerongkongan terjadi gerak peristaltik untuk mendorong makanan masuk ke lambung.
3.Lambung menghasilkan getah lambung, lendir, serta enzim pencernaan yaitu:
  • Enzim pepsin berfungsi mengubah protein menjadi asam amino.
  • HCI berfungsi membunuh kuman yang masuk bersama makanan ke lambung.
  • Enzim renin berfungsi mengendapkan susu keju/kasein.
4.Pancreas menghasilkan enzim:
  • Enzim tripsin mengubah protein menjadi asam amino.
  • Enzim amilase mengubah zat tepung/amilum menjadi zat gula/glukosa.
  • Enzim lipase mengubah lemak menjadi asam lemak dan gliserol.
Ketiga enzim tersebut bermuara di intestinum duodenum.
5.Usus halus/intestinum terdiri dari:
  • Duodenum/usus 12 jari(Enzim enterokinase,maltase,laktase,dll).
  • Yeyenum/usus kosong(pencernaan terakhir).
  • Ileum/usus penyerapan(penyerapan sari makanan).
6.Usus besar mengatur kadar air pada sisa makanan.
7.Rektum merupakan tempat penyimpanan feses di ujung usus besar sebelum di keluarkan melalui anus.


Mungkin hanya sedikit yang bisa saya share buat kalian dan terima kasih karena telah berkunjung di blog ini.
Terima kasih telah berkunjung.
Share:

Hukum Newton



Ryan Herdiansyah: Hukum newton


Selamat datang di Blog yang sederhana ini.
Pada postingan kali ini saya akan berbagi materi tentang hukum newton.
Untuk materinya mari kita simak di bawah ini.

HUKUM NEWTON
Hukum I Newton
Hukum ini sering juga disebut sebagai hukum inersia (kelembaman). Hukum I Newton berbunyi “Jika resultan gaya pada suatu benda sama dengan nol, maka benda yang mula-mula diam akan terus diam. Sedangkan, benda yang mula-mula bergerak, akan terus bergerak dengan kecepatan tetap”.
Penerapannya:
• Koin yang berada di atas kertas di meja akan tetap disana ketika kertas ditarik secara cepat.
• Ayunan bandul sederhana.

• Pemakaian roda gila pada mesin mobil.

Hukum II Newton
Hukum ini berbunyi “Percepatan dari suatu benda akan sebanding dengan jumlah gaya (resultan gaya) yang bekerja pada benda tersebut dan berbanding terbalik dengan massanya“.
Penerapannya:
• Mobil yang melaju dijalan raya akan mendapatkan percepatan yang sebanding dengan gaya dan berbading terbalik dengan massa mobil tersebut.

Hukum III Newton
Hukum ini sering juga disebut dengan hukum aksi-reaksi. Hukum ini berbunyi “Jika suatu benda mengerjakan gaya pada benda lain maka benda yang di kenai gaya akan mengerjakan gaya yang besarnya sama dengan gaya yang di terima dari benda pertama tetapi arahnya berlawanan”.
Penerapannya:
• Peristiwa gaya magnet.

• Gaya listrik.



Mungkin hanya sekian materi yang bisa saya share,semoga saja bermanfaat bagi para pembaca di blog ini.Terima kasih karena sudah mengunjungi blog ini.
Share:

Aplikasi Gerak Lurus Beraturan (GLB) dan Gerak Lurus Berubah Beraturan (GLBB)


Ryan Herdiansyah: Aplikasi gerak lurus


Selamat datang di blog sederhana ini.
Dalam postingan ini saya akan menshare mengenai materi tentang aplikasi gerak lurus.
Bagi yang membutuhkan materinya silahkan baca artikelnya berikut ini.

GERAK LURUS
1.Aplikasi dari GLB
Aplikasi dari Gerak Lurus Beraturan (GLB) dalam kehidupan sehari-hari agak sulit ditemukan, karena biasanya kecepatan gerak benda selalu berubah-ubah. Misalnya ketika dirimu mengendarai sepeda motor atau mobil, laju mobilmu pasti selalu berubah-ubah. Ketika ada kendaraan di depanmu, pasti kecepatan kendaraanmu dikurangi, biar ga ciuman, belum jalannya padat dengan kendaraan atau mungkin jalannya berlubang dan banyak tikungan Walaupun agak sulit ditemukan, tapi terdapat aplikasi GLB dalam kehidupan sehari-hari.
  • Contoh pertama, kendaraan yang melewati jalan tol. Walaupun terdapat tikungan pada jalan tol, kendaraan beroda bisa melakukan GLB pada jalan tol. Pada jarak tertentu, lintasan jalan tol lurus. Kendaraan yang bergerak pada jalan tol juga kadang mempunyai kecepatan yang tetap. Tetapi ini hanya berlangsung sementara alias beberapa menit saja.
  • Contoh kedua, gerakan kereta api atau kereta listrik di atas rel. Lintasan rel kereta kadang lurus, walaupun jaraknya hanya beberapa kilometer. Kereta api melakukan GLB ketika bergerak di atas lintasan rel yang lurus tersebut dengan laju tetap.
  • Contoh ketiga : kapal laut yang menyeberangi lautan atau samudera.Ketika melewati laut lepas, kapal laut biasanya bergerak pada lintasan yang lurus dengan kecepatan tetap. Ketika hendak tiba di pelabuhan tujuan, biasanya kapal baru merubah haluan dan mengurangi lajunya.
  • Contoh keempat : gerakan pesawat terbang. Pesawat terbang juga biasa melakukan GLB. Setelah lepas landas, pesawat terbang biasanya bergerak pada lintasan lurus dengan dengan laju tetap. Walaupun demikian, pesawat juga mengubah arah geraknya ketika hendak tiba di bandara tujuan.
Pada contoh yang disebutkan di atas, baik kendaraan beroda, kereta api atau kereta listrik, kapal laut dan pesawat terbang tidak melakukan GLB sepanjang lintasan gerakannya. Ketika mulai bergerak dari keadaan diam, kendaraan tersebut tidak melakukan GLB karena terdapat percepatan yang membuat kendaraan tersebut mulai bergerak. Kendaraan melakukan GLB setelah menempuh jarak tertentu. Tidak ada contoh dalam kehidupan sehari-hari di mana benda melakukan GLB ketika mulai bergerak hingga berhenti.
2.Aplikasi dari GLBB
GLBB merupakan gerak lurus berubah beraturan. Berubah beraturan maksudnya kecepatan gerak benda bertambah secara teratur atau berkurang secara teratur. Perubahan kecepatan tersebut dinamakan percepatan.Dalam kehidupan sehari-hari kayanya sulit banget menemukan benda yang melakukan gerak lurus berubah beraturan. Pada kasus kendaraan beroda misalnya, ketika mulai bergerak dari keadaan diam, pengendara biasanya menekan pedal gas (mobil dkk) atau menarik pedal gas (motor dkk). Pedal gas tersebut biasanya tidak ditekan atau ditarik dengan teratur sehingga walaupun kendaraan kelihatannya mulai bergerak dengan percepatan tertentu, besar percepatannya tidak tetap alias selalu berubah-ubah. Contoh GLBB dalam kehidupan sehari-hari pada gerak horisontal alias mendatar nyaris tidak ada.
Contoh GLBB yang selalu kita jumpai dalam kehidupan hanya gerak jatuh bebas. Pada gerak jatuh bebas, yang bekerja hanya percepatan gravitasi dan besar percepatan gravitasi bernilai tetap. Benda yang jatuh bebas juga bergerak pada lintasan lurus (vertikal). Contohnya buah mangga yang lezat atau buah kelapa yang jatuh dari pohonnya.
Gambar 1:Kelapa yang jatuh dari pohonnya
Gambar 2:Jatuh bebas


Mungkin hanya itu saja yang bisa saya share buat kalian semoga artikel di atas bermanfaat buat pembaca yang telah mengunjungi blog saya.terima kasih atas kunjungannya.
Share: